Sunday, January 8, 2012

12 Kiat Menghindari Kanker

Kanker ! Penyakit ini adalah momok semua orang. Bahkan dikatakan bahwa kanker adalah penyakit abad 21. Benarkah kita tak bisa menghindar atau setidaknya menekan timbulnya dari penyakit ini dari tubuh kita?

Kanker dapat disebabkan oleh faktor-faktor dari luar tubuh kita, misalnya pola makan, gaya hidup, lingkungan, dan lain-lain. Seberapa pun kuatnya kita berupaya, kita tidak dapat 100% menghilangkan penyebab timbulnya kanker yang berasal dari faktor-faktor dalam kehidupan kita sehari-hari.



Akan tetapi, hal itu dapat ditekan semaksimal mungkin. Berikut ini dipaparkan 12 kunci untuk mengurangi risiko tersebut. Bila semua langkah ini dilakukan dengan teratur dan terus-menerus, diharapkan kita dapat mencegah timbulnya kanker setidaknya sampai 60%.

Langkah-langkah ini adalah hal yang sangat mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang

Fungsi makanan bagi tubuh sangat besar bagi manusia yaitu sebagai pembentuk jaringan tubuh dan sekaligus menjaganya. Begitu besarnya peranan ini sehingga peranan makanan tidak dapat diabaikan.

Saat ini kita dapat dengan mudah kita membeli makanan cepat saji di restoran atau membeli makanan instan di supermarket. Bila kita teliti, makanan tersebut mengandung bahan additif dan natrium dalam jumlah yang banyak, dan tidak mengandung cukup sayuran. Dengan kata lain, makanan-makanan tersebut tidak mengandung unsur gizi dalam jumlah yang cukup.

Bila kita terlalu sering mengonsumsi makanan seperti itu, tubuh kita akan mengalami kekurangan gizi, dan hal ini juga dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita memenuhi jumlah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dari berbagai jenis makanan.

2. Pola makan berganti setiap hari

Setiap orang sedikit atau banyak tentu mempunyai makanan yang disuka maupun tidak disuka. Kencenderungannya, orang hanya makan makanan yang disuka saja. Sedangkan makanan yang tidak disuka tidak akan disentuh sedikit pun, meskipun makanan tersebut mengandung banyak unsur gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Bila hal ini terus dilakukan, akan terjadi ketidakseimbangan dalam hal asupan gizi. Mengambil unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh dari berbagai macam jenis makanan adalah hal yang penting dilakukan.

Untuk menghindari pola makan yang monoton, jangan terlalu memilah-milah makanan, antara makanan yang disuka dan tidak. Selain itu, juga penting untuk membiasakan diri mengonsumsi berbagai jenis makanan.

3. Hindari makan berlebih

Di Jepang, terdapat pepatah yang berarti “Makan secukupnya membuat panjang umur”. Pepatah ini mengungkapkan bahwa pola makan berhubungan dengan usia seseorang. Makan dengan secukupnya, tidak berlebihan, selain akan membuat seseorang panjang umur, juga dapat untuk mencegah timbulnya kanker.

Memang, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak serat dan vitamin pada dasarnya tidak akan menimbulkan masalah. Namun bila kelebihan kadar lemak, akan mempercepat terbentuknya sel kanker pada payudara atau usus besar.

Kita sadari bahwa akhir-akhir ini pola makan kita cenderung kebarat-baratan. Maksudnya, konsumsi lemak, terutama lemak hewani semakin banyak. Sebaiknya kita mengatur pola makan kita agar dapat menjaga asupan lemak hewani dalam batas yang semestinya.

4. Konsumsi alkohol secukupnya

Alkohol dapat dijadikan obat berbagai penyakit bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Konon, satu setengah sloki anggur merah setiap hari sangat bermanfaat untuk tubuh. Tetapi bila berlebihan, alkohol tidak hanya dapat membawa pengaruh buruk pada fungsi hati saja, namun juga dapat memancing timbulnya kanker usus dan saluran pencernaan.

Selain itu, berbagai macam makanan yang menggunakan bahan dasar alkohol, akan merusak keseimbangan kandungan unsur gizi dari bahan-bahan lain. Hal ini juga dapat menjadi faktor pemicu timbulnya kanker.

5. Hindari merokok

Jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker, perbandingan antara perokok dan bukan perokok adalah 1,65 kali lebih besar. Jumlah ini 1,25 kali lebih besar dari penyebab kematian yang lain. Jelas dimengerti kiranya bahwa rokok dapat menyebabkan kanker. Hal ini juga berhubungan dengan tingginya angka kematian.

Dari segi kesehatan, merokok tidak hanya merugikan diri sendiri saja, namun juga merugikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sekali menjadi pecandu rokok, mungkin akan terasa sulit sekali untuk berhenti merokok. Bagi orang-orang seperti ini, setidaknya berusaha untuk mengurangi jumlah rokok setiap harinya.

6. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan vitamin

Vitamin bekerja untuk meningkatkan fungsi metabolisme tubuh. Bila fungsi metabolisme tidak berjalan dengan baik, di dalam tubuh terutama di dalam usus akan tertimbun banyak sampah. Timbunan sampah ini dapat memicu terbentuknya sel kanker.

Serat makanan berkhasiat untuk membersihkan dan mengeluarkan sampah-sampah yang tertimbun di dalam usus ini keluar tubuh. Untuk mendapatkan vitamin A, C, E, dan serat makanan dengan maksimal, disarankan untuk banyak mengonsumsi sayuran dan buah, terutama yang berwarna hijau atau kuning.

Saatnya kita untuk mengganti pola makan yang biasanya berpusat pada bahan-bahan yang mengandung protein hewani, misalnya daging dan ikan, menjadi pola makan yang berkonsentrasi pada sayuran.

7. Kurangi makanan asin dan panas

Ada hubungan antara pengonsumsian zat garam secara berlebih dengan timbulnya kanker lambung dan kanker saluran makanan. Garam tidak hanya memicu timbulnya kanker saja, namun juga dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit akibat pola hidup, misalnya hipertensi, dan lain-lain. Sebaiknya, jumlah pengonsumsian garam tidak lebih dari 10 gram dalam satu hari.

Di samping itu, ada pula penelitian mengenai tingginya angka penderita kanker saluran pencernaan pada daerah-daerah yang penduduknya memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan yang panas. Dari sini harus disadari untuk tidak mengonsumsi makanan panas-panas. Sebaiknya tunggu beberapa saat sampai uap panas dari makanan tersebut hilang dan makanan dapat dimakan dengan enak.

8. Hindari bagian makanan yang gosong

Pada bagian makanan yang gosong karena terkena panas yang berlebihan terdapat unsur-unsur yang berubah menjadi bibit penyakit. Dan diperkirakan kemungkinan munculnya pemicu terbentuknya berbagai macam sel kanker.

Memang tidak ada salahnya makan bagian makanan yang gosong dalam jumlah sedikit. Namun bila makan makanan gosong dilakukan secara sengaja karena merasa sayang kalau harus membuang makanan tersebut, hal ini patut dihindari.

9. Berhati-hati pada makanan yang ditumbuhi jamur

Biasanya tidak ada orang yang makan makanan yang berjamur. Namun jenis jamur yang tumbuh di kacang tanah atau jenis kacang-kacangan yang lain, juga jagung sering kali sulit dilihat sehingga secara tidak sengaja kita memakan jamur tersebut.

Padahal jenis jamur yang terdapat pada kacang dan jangung ini diketahui mengandung suatu zat yang dapat memicu terbentuknya sel kanker. Selain harus mengecek dengan teliti sebelum mengonsumsinya, kita juga harus berhati-hati dalam menyimpan makanan tersebut.

10. Jangan terlalu sering terpapar matahari

Orang yang memiliki unsur melanin banyak cenderung tahan terhadap pengaruh sinar ultra violet dan juga tidak mudah menjadi hitam. Namun bila terus menerus terkena sinar ultra violet, akan menimbulkan kerugian bagi tubuh terutama kulit.

Kulit akan terbakar dan bila keadaan ini berlanjut terus menerus, gen yang ada akan rusak sehingga meningkatkan risiko terkena kanker.

Terpapar sinar matahari merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Namun hal itu sebaiknya dilakukan secukupnya saja karena bila berlebihan, sinar ultraviolet akan menimbulkan kerusakan.

11. Cukup olah raga

“Gizi”, “olah raga”, dan “istirahat” merupakan tiga kunci pokok untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan menjaga kesehatan tubuh, berarti juga menjaga agar tubuh tidak terkena kanker. Lakukan olahraga secara teratur untuk mengaktifkan fungsi anggota tubuh.

Stres juga merupakan salah satu pemicu timbulnya kanker. Dengan berolah raga, jiwa kita akan menjadi segar kembali dan stres pun dapat dihindari.

12. Jaga kebersihan tubuh

Bila kita tidak menjaga kebersihan bagian-bagian tubuh yang mudah kotor, akan berisiko timbulnya kanker kulit, kanker pada penis, atau kanker leher rahim.

Pada beberapa waktu lalu di Inggris ditemukan banyaknya pekerja pembersih cerobong menderita kanker kulit pada alat kelaminnya. Namun setelah dikeluarkannya anjuran untuk selalu membersihkan tubuh segera setelah selesai bekerja, jumlah penderita tersebut cenderung berkurang.

Karena itu, jaga kebersihan tubuh setiap saat. Dengan mandi, selain tubuh menjadi bersih, juga akan menimbulkan rasa segar.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment